Unik memang, di waktu seleksi kepemimpinan daerah mensyaratkan popularitas personal guna mendapat daya tarik pemilih maka artis yang dekat dengan selebritas publikasi menjadi salah satu pilihan bagi partai politik guna unggul dalam pemilihan tersebut. Memang kemudian banyak yang berdebat jika keberadaaan artis itu sekedar vote getter, bahkan secara eksterm tidak mengharapkan artis-artis itu bakal punya kemampuan manajemen dan politik yang mumpuni. Memang benar, bukan sembarang artis yang bisa masuk ke lingkaran ini, sangat gak mungkin kalau Julia Perez kemudian di rekrut oleh Pemkab mana gituh..
Satu pertanyaan yang kemudian ada di benak saya, hal ini juga berawal dari pesan di shoutbox saya antara seorang teman (wahyu) dengan saya yang kemudian direspon oleh Udo. Rasanya kok lucu kalau berbicara tentang kesamaan fenomena tersebut dengan prospek di Lampung. Mungkin karena tidak ada artis Lampung yang mumpuni, yang kharismatik, yang potensial untuk memimpin. Jika ada, ya dia juga seorang bupati yang sampai sekarang masih menggantung posisinya di mata partai politik Lampung. Banyak yang juga pesimis dengan dia, tapi entahlah. Jangan tergoda untuk ikut-ikutan. Saya hanya tergoda oleh tantangan dari Udo tentang “mari kita bicara politik di seruit”, oke do… ayo kita bicara politik,hehe




