Archive for May, 2008

sumanjaya

Kronologger

Posted by sumanjaya 31 May, 2008 Comments Off
Hari ini aku merasakan lagi kekuatan/ manfaat dari Kronologger. Ya, kronologger namanya. Awalnya saat aku tau aplikasi ini kukira ini hanya sekedar program semacam sms yang gak melibatkan emosi membernya, tapi lama kelamaan terasa bahwa media ini menjadikan membernya seperti sebuah keluarga besar. Saat ada yang sedang terluka karena putus cinta misalnya, member yang lain segera menyemangati dengan kalimat yang serius ataupun yang sekedar candaan, hingga akhirnya tak terasa beban emosi menjadi perlahan cair. Sabtu 30 mei 2008 ini misalnya, mas sandy mencurahkan luka hatinya karena pacarnya yang menikah dengan orang lain, aku coba bayangkan kalau terjadi dengan orang yang pendek akal dan imannya, pasti sudah bertindak negatif. Ada juga mas veta yang kecelakaan motor, untung kamu gak apa-apa vet.. next time be careful men..

Tidak hanya itu, kronologger juga bisa menciptakan hubungan yang baik di antara member yang terbawa hingga kopdar saat salah satu member berkunjung ke kota member yang lain. Kami bercanda gak jelas, tertawa kecil bersama, ledek-ledekan bersama, merasakan sedih bersama dan bertukar harapan bersama. ah.. kata siapa komunitas online hanya artifisial, tipuan seperti yang dibilang "pak pakar". Kronologger hebatlah.. Hidup Kukuh.. Kukuh TW for president, hehehe..
Categories : penyeruit, sumanjaya Tags :
sumanjaya

BLT Bukan Solusi Kemiskinan

Posted by sumanjaya 31 May, 2008 Comments Off
Artikelku ini dimuat di SKH Radar Lampung, Senin 26 Mei 2008.

Sebagai paket kebijakan, pemerintah menggelontorkan BLT kepada kelompok masyarakat miskin yang diidentifikasi akan menderita akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebenarnya dua kebijakan tersebut, yaitu menaikan harga BBM dan kompensasi terhadap kelompok masyarakat miskin merupakan dua kebijakan yang tidak terintegasi secara langsung. Kenaikan BBM dan program kompensasi atas kenaikan harga BBM tidak membentuk hubungan yang solutif. Dalam kata lain kebijakan kompensasi atas kenaikan harga BBM tersebut tidak lebih sebagai tindakan impulsif dari pemerintah untuk meredam efek politis yang timbul akibat pilihan tidak populer. Setidaknya terdapat beberapa logika yang mengarahkan simpulan kepada hal tersebut.

Pertama, program kompensasi dengan bentuk dan model yang sudah ada, terbukti memiliki ketidakefektivan. Sering diketemukan terjadinya ketidaktepatan sasaran (misstargeting), tidak tepat jumlah (missquantity) dan tidak tepat waktu penyaluran (missdelivery) serta beberapa persoalan penyaluran yang lainnya. Bentuk-bentuk penyaluran yang seperti ini memiliki kerentanan tidak hanya kepada diterimanya subsidi tersebut kepada kelompok sasaran sehingga mereka bisa mengatasi secara efektif tingginya kebutuhan hidup akibat kenaikan BBM. Namun juga, bentuk program yang demikian memiliki kerentanan untuk menghasilkan konflik horizontal pada tingkat masyarakat. Adanya kesenjangan kapasitas antara birokrasi penyaluran pada tingkat atas dan pada tingkat terendah menjadikan pengelolaan subsidi ini rentan untuk mengalami distrorsi. Bukan hanya kerentanan akan adanya penyelewengan yang nyata, namun ekspektasi yang tinggi dari masyarakat terhadap penyaluran program itu yang tidak sebanding dengan kapasitas penyaluran tersebut menimbulkan tuntutan yang tidak terimplementasi secara baik oleh implementor, sehingga akhirnya menimbulkan konflik horizontal yang menghasilkan kerugian sosial ekonomi.

Kedua, bentuk program cash transfer dalam model tersebut (membagikan secara langsung) terbukti tidak berkorelasi langsung dengan pemanfaatan konsumsi yang efektif bagi kelompok sasaran yang dimaksud. Fakta yang sering dijumpai adalah dana yang diperoleh oleh masyarakat tersebut digunakan secara bervariasi sesuai dengan keinginan penerimanya. Padahal maksud dari rumusan program ini agar dana tersbeut digunakan secara efektif untuk menutupi selisih biaya hidup yang semakin berjarak dengan kenaikan BBM. Artinya, program dalam format ini justru tidak mampu memberikan solusi jangka panjang yang dapat menggerakkkan kelompok masyarakat miskin agar mampu bergerak dari garis kemiskinan yang semakin menurun akibat implikasi dari kenaikan komoditas konsumsi sebagai bagian dari efek domino kenaikan BBM. Dengan demikian, program-program dalam bentuk seperti ini sebenarnya tidak berkorelasi langsung sebagai bentuk tindakan untuk menangani kemiskinan akibat kenaikan BBM sebagaimana yang dimaksud oleh pemerintah.

Ketiga, format subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok terkategori masyarakat miskin yang teridentifikasi sebagai kelompok penderita kenaikan BBM justru akan menciptakan pergeseran kelas yang semakin melebar pada kategori masyarakat miskin tersebut. Dalam kata lain, masyarakat miskin justru akan semakin meningkat. Kenapa?. Jika dilihat secara terkelompok, klasifikasi kategori masyarakat miskin sebagai penerima kompensasi tersebut akan memberikan peluang untuk menambah insentif bagi selisih biaya hidup yang harus ditanggung oleh masing-masing rumah tangga. Sementara itu, terdapat kelompok masyarakat yang berada di luar dari kategori masyarakat miskin tersebut namun tidak tercover oleh subsidi kompensasi ini justru memiliki kerentanan yang juga meningkat. Desakan untuk mengatasi selisih biaya hidup tersebut yang menjadikan kelompok masyarakat menengah ini untuk bergerak masuk ke dalam kategori masyarakat miskin yang nantinya akan menerima kompensasi. Jadi, kebijakan menaikkan BBM dan memberikan kompensasi kepada satu kelompok terendah justru akan menimbulkan efek meningkatknya kuantitas masyarakat miskin dan kemudian berimplikasi terhadap meningkatnya nilai kompensasi yang harus diberikan kepada kelompok tersebut.

Ketiga alur pikir tersebut menunjukkan bahwa kebijakan untuk menyalurkan program-program kompensasi kepada kelompok masyarakat miskin sebagai paket dari kebijakan menaikkan harga BBM bukan merupakan kebijakan yang secara strategis akan mampu mengatasi masalah sosial ekonomi yang timbul akibat tingginya biaya hidup karena meningkatknya harga BBM. Jika menafsirkan bantuan yang diberikan dari program dalam model seperti itu akan meningkatkan akumulasi dana bagi masing-masing kepala keluarga maka bisa dikatakan benar, namun jika mengartikan program-program tadi kemudian akan mampu mengakomodasi kebutuhan hidup keluarga miskin yang jugaakan meningkat secara jangka panjang maka jawabannya adalah tidak tepat.

Jika yang diinginkan adalah menggerakkan masyarakat miskin agar mampu mengatasi masalah ekonomi sebagai akibat dari kenaikan BBM maka dimensi produktivitas kelompok merupakan langkah yang lebih solutif. Menjadikan kelompok masyarakat miskin agar lebih produktif sehingga mereka memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan daya dukung atas biaya hidup mereka merupakan langkah yang lebih tepat. Memfasilitasi akan lapangan kerja baru dan mengakomodasi kelompok-kelompok dengan keahlian yang minimal dalam kompetisi kerja merupakan langkah stimulasi makro yang dapat lebih menjawab permasalahan akibat masalah kenaikan BBM tersebut. Program-program dalam bentuk ini tidak saja akan mengatasi masalah kesejahteraan ekonomi bagi kelompok masyarakat miskin, namun juga lebih memiliki resiko sosial dalam bentuk konflik horizontal dan vertikal yang minimal. Sehingga implikasi yang dapat dimunculkan kemudian adalah terciptakan pergerakan kelompok sosial yang lebih dinamis dan produktif. Hanya saja, program dalam wujud seperti ini memang tidak akan nampak perubahannya dalam jangka pendek, hal inilah yang menjadikannya berbeda dengan program-program cash transfer yang lebih nampak wujud implementasi dan perubahannya.

Akhirnya, kebijakan adalah persoalan pilihan, dan pilihan dalam aktivitas pemerintahan adalah keputusan politik. Dengan demikian pilihan pemerintah atas dua jenis keputusan ini, menaikkan harga BBM dan program kompensasi bagi kelompok masyarakat miskin merupakan dua pilihan politis yang mencerminkan resiko dan potensi pada masa datang. (ditulis oleh: Simon S. Hutagalung- Dosen FISIP Universitas Lampung).
Categories : penyeruit, sumanjaya Tags :
Abah Oryza

Bandar lampung the fully coloured city.

Posted by Abah Oryza 29 May, 2008 Comments Off
Its my intention to make this title, why (it doesn’t really matter, I want it, that’s the point) it is all about my fourth reason that is connected with condition of Bandar lampung city, honestly I am embarrassed when I was in blogger party at 2007 that held in Jakarta and I found many blogger from many city and bandarlampung itself is not defined over there, except in recent tempo article (
Categories : abah oryza, penyeruit Tags :
Abah Oryza

Gathering dollars by blog

Posted by Abah Oryza 27 May, 2008 Comments Off
This typical article is must be so expire, but what’s not expired is dollar always flow from publisher that install adsense on their blog or website. As written by mas agus the owner of edittag, blog can be dollar mine for the owner , moreover for google that truly advertisement world broker. Blog look like new magical that can flow treasure for the owner. In his book (I have bought three days
Categories : abah oryza, penyeruit Tags :
Abah Oryza

Citizen journalism

Posted by Abah Oryza 27 May, 2008 Comments Off
Along time journey, information flow is easier to be reached and spread. And that likewise technology that deliver that information which develop so fast. And Today, Public as the last object at serving and providing information very profited. On the other side, there are many media company that provide information so aggressive, so that information business become something so interest. This
Categories : abah oryza, penyeruit Tags :
Bayoetech

Tune Up Utilitis 2008

Posted by Bayoetech 26 May, 2008 Comments Off
Bagi anda yang perlu terhadap Tune Up Utilitis 2008. silahkan dowload darilin berikut ini... disini (http://www.ziddu.com/download.php?uid=aKual5eoba2fnZintayZlJyiZ6%2BWlpqt7) ok gitu aja ah..... have a nice day ! ! !
Categories : bayoetech, penyeruit Tags :
winwin

SELAMAT YA SUDAH S.H

Posted by winwin 26 May, 2008 Comments Off
Buat Mas Defri selamat ya sudah Sarjana Hukum ( S.H ) gitu loh semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat, aminn Doakan aku juga ya semoga cepet wisuda aminn by: win-win
Categories : penyeruit, winwin Tags :

Dari Sudut Bumi

Posted by Budi P 26 May, 2008 Comments Off
: dian hartati ketika ingin menemuimu, tak kubayangkan kau akan mau mendengarkan kisahku tentang sebuah dunia yang telah kubangun di sudut bumi. hamparan batu cadas, ilalang seluas pandang, dan matahari yang tak pernah henti mengucurkan cairan magma. hingga otakku selalu terbakar tetapi aku membajaknya sepanjang waktu dan selalu memanen tetes keringatku yang asin dari sudut bumi itu, aku
Categories : budi p, penyeruit Tags :
sumanjaya

Munajat Cinta

Posted by sumanjaya 24 May, 2008 Comments Off
Mikirkan BBM naek bisa puyeng... mending baca buku yang dibeli waktu di jogja. Judulnya Munajat Cinta, karya dari Taufiqurrahman al-Azizy. Hmmm... kenapa waktu liat buku ini jadi menyamakan dengan seri bukunya Habiburahman el zhirazy yah.. Yo wiss.. di baca dengan cermat.. Ternyata memang beda. Kalo cerita yang di tulis oleh Beliau ini lebih kuat unsur religiusnya (dalam arti unsur pop-nya memang dibatasi oleh pemahaman yang kuat tentang islam). Intinya berkisah tentang pencarian jatidiri seorang Ayda, seorang gadis muda yang secara tiba-tiba ditimpa ujian dalam bentuk harapan-harapan yang kandas. Dalam kegalauan dan pertanyaan-pertanyaan putus asanya dia bertemu dengan beberapa orang yang kemudian memberi inspirasi padanya tentang hidup, tentang jati diri manusia sesungguhnya.
Ini kutipan resensinya yang saya dapet dari toko buku online:
"Ruwayda, seorang gadis yang diberkahi dengan kecerdasan istimewa, lahir dari keluarga kaya, tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Ayahnya bangkrut! Cita-citanya untuk menjadi mahasiswi kandas. Hampir setiap hari kedua orang tuanya terlibat pertengkaran karena utang dan kekurangan. Jiwa Ruwayda terguncang. Kebangkrutan telah memorak-porandakan keharmonisan cinta ayah dan ibunya. Di atas tanah pekuburan Paponan di daerah Parakan, Ruwayda sampai pada kondisi kejiwaan yang amat kritis! Antara menjadi pelacur agar bisa memperoleh uang cepat atau mengakhiri hidup yang penuh sengsara ini. Ia kehilangan pesona imannya sebagai muslimah gara-gara belenggu uang, cinta, harga diri, dan ke-bahagiaan. Novel religius ini menuturkan dengan sangat kuat pergulatan jati diri penuh liku seorang gadis mencari kesejatian hidup, cinta, dan imannya."
Gimana?, hmm.. rasanya novel ini cocok untuk anak muda yang memang sedang dalam masa transformasi, mereka yang masih mencari jati dirinya. Are you ?.
Categories : penyeruit, sumanjaya Tags :
sumanjaya

Tari Melinting

Posted by sumanjaya 22 May, 2008 Comments Off
Tari ini adalah tari melinting. Sudah lama saya melihat terakhir tari ini, mungkin sudah 6 tahun yang lalu. Saat itu ada acara keluarga besar di Lampung Timur, kebetulan keluarga dari ibu adalah orang lampung sukadana. Saat tahu ada tari ini di pentaskan di kampus saya pada hari ini (22 Mei 2008) saya langsung tertarik untuk melihatnya lagi. Tari melinting adalah tarian yang berasal dari wilayah lampung timur. Kelompok seni yang mementaskan tari ini berasal dari Labuhan Maringgai dan mereka juga sudah memiliki pengalaman tampil di beberapa tempat bahkan di luar negeri. Wah... hebat juga ternyata tari dari daerahku ini sudah manggung di Belanda, Jerman dan Amerika Serikat. Hebat. Saya juga salut kepada anak-anak muda yang menajdi penarinya. Beat the rock star !

Categories : penyeruit, sumanjaya Tags :

Recent Comments

-->