Archive for August, 2008
Sudah kuputuskan.. mulai hari ini, aku akan menjalani hidupku dengan lebih baik.. no more pain.. aku udah mutusin buat nge-lupain semua hal yang sudah lalu.. dan memafkan semua perbuatan salah yang pernah terjadi..
* termasuk kesalahan ku sendiri.. atau kupikir keputusan yang salah..
Aku ingin berhenti berharap pada kenangan indah masa lalu.. bagaimanapun.. aku hidup di hari ini, dan untuk masa depan..
Untuk semua kesalahan orang-orang padaku.. keterpaksaan.. keputusan yang kuambil.. dan semua hal menyakitkan yang pernah terjadi.. sudahlahhhh.. lupakan dan maafkan..
Mulai lagi lembaran baru dalam kehidupan.. pas bgt sama momen ramadhan.. ya ALLAH.. mudah-mudahan ramadhan ini penuh berkah..
Ayoooo.. mulai bebenah hati.. bereskan semua hal buruk.. sucikan hati.. lupakan dan maafkan..
*HUG*

Sebuah Train-Kite sengaja diterbangkan oleh panitia Festival Layang-Layang sambil dibantu dengan angin yang bertiup cukup kencang sore itu. Talinya diikat ke bagian belakang mobil. Beberapa orang mencoba menarik-narik tali itu. Ternyata cukup kencang bak menarik tarik-tambang ketika lomba 17 Agustus.
Train-Kite itu ada 32 buah. Masing-masing lebarnya antara 60-70 cm. Wajar saja untuk menarik Train-Kite sepanjang itu, tak ada yang sanggup menarik sendiri. Paling tidak perlu dibantu 3-5 orang.
Para pengunjung yang datang sambil melihat Train-Kite merasa kagum. Bahkan, sejumlah anak-anak mencoba menarik Train-Kite itu. Tampaknya meraka tak sanggup menariknya karena Train-Kite yang telah di atas udara itu cukup kencang terikat di bagian belakang mobil.
Ada lagi Train-Kite yang ukurannya lebih kecil. Kira-kira lebarnya antara 30-40 cm. Jumlahnya ada sebanyak 300 buah Train-Kite. Pak Rony, pelayang-layang, mengeluarkan Train-Kite itu satu per satu dari kotak koper. Ia dibantu teman-teman panitia. Beruntung saja Sabtu sore lalu itu, angin yang bertiup di Taman Hutan Kota. Jadi, cukup membantu menerbangkan Train-Kite yang dihiasi warna-warni itu. Anak-anak dan juga orang dewasa penasaran bagaimana Pak Rony mengeluarkan layang-layang Train-Kite yang berjumlah 300 buah itu dari sebuah koper. Mereka tampak memerhatikan layang-layang ini begitu terpesonanya. Begitu penasarannya beberapa dari mereka ikut membantu mengeluarkan layang-layang ini dengan mengulurkan tali Train-Kite ini hingga terbang ke atas udara.
Setelah semua Train-Kite yang berjumlah 300 buah itu dilepas, tak terasa cukup berat ditarik-tarik jika dibandingkan dengan Train-Kite satunya lagi yang berjumlah 32 buah. Para pengunjung pun ikut bergantian mencoba menarik-narik Train-Kite itu. Sekedar merasakan bagaimana rasanya menarik layang-layang.
***
Sabtu sore itu selesai menerbangkan layang-layang di Taman Hutan Kota. Malam itu langsung meluncur ke Krakatoa Nirwana Resort, Lampung Selatan. Kira-kira dari Kota Bandar Lampung ke sana jaraknya 70 Km. Sekitar pukul 8 malam lebih kami berangkat naik mobil yang dikendarai Zano. Yang ikut saat itu adalah saya, Gigih, Sony, Harid, Geri aka Abahoryza dan istrinya Zano.
Selama perjalanan, di dalam mobil saya merasa was-was (bukan tayangan infotainment,red). Zano mengendarai mobil lumayan ngebut. Sampai-sampai saat menyalip kendaraan di depannya pun bikin saya berdebar-debar jantung. Khawatir dengan kendaraan yang berlawanan. Entah itu truk, bus atau mobil pribadi.
Saya sering kali melihat bus menyalip hingga kendaraan yang berlawanannya harus membantingkan stir ke arah samping menepi. Daripada melawan bus yang sungguh nekad dan bikin kecelakaan, lebih baik mengalah saja. Soalnya saya punya pengalaman mengendarai mobil dan menyalip kendaraan di depannya. Saat yang bersamaan, di jalur kanan atau lajur kendaraan yang berlawanan, ada sebuah truk fuso melintas. Karena sudah yakin saat mobil yang saya kendarai bisa menyalip kendaraan di depan saya, ternyata mobil yang saya kendarai harus terkena serempet truk fuso itu. Kaca spion langsung mengenai truk tadi dan langsung memecahkan kaca sebelah kanan saya.
Karena kaget, saya menepikan mobil dan segera memeriksa keadaan saya. Untuk tak apa-apa ketika itu. Melihat wajah saya dari cermin, tampak di sekitar bibir saya berdarah. Jantung saat itu berbedar-debar. Alhamdulillah saya masih selamat dan tidak luka terlalu parah.
Maka dari itulah, ketika saya duduk menjadi penumpang, sering kali saya merasa khawatir jika si sopir melajukan mobilnya ngebut. Apalagi sering menyalip kendaraan hingga kendaraan yang berlawanan seperti sepeda motor sering menepi daripada ditabrak mobil dari depan.
Kurang dari dua jam, rombongan kami tiba di Krakatoa Nirwana Resort. Akhirnya sampai juga dengan selamat, pikir saya. Untungnya juga minyak angin yang saya beli tadi sebelum berangkat, tak saya pakai. Entahlah, akhir-akhir ini kalau saya di kendaraan kadang-kadang mabuk dan perut mual.
Ada tiga kamar yang disewa buat panitia. Awalnya masing-masing kamar ditempati dua orang. Tapi, sayangnya tidak jadi kami berenam (Saya, Bayu, Gigih, Harid, Gery dan Sony) ketika itu menempati tiga kamar. Jadi, kami berenam menempati satu kamar karena dua kamar lagi ditempati Tim uro Elektro. Ya sudah, berenam berkumpul dalam satu kamar. Saling berebut bantal dan tempat tidur. Untung saya dapat di pojok. Yang lainnya masih sibuk ngobrol, saya malah sudah capek dan memilih tidur lebih awal.
Para penonton memerhatikan dengan serius layang-layang di udara
Train-Kite atau Layang-layang kereta yang berjumlah 300 buah. Butuh kesabaran menerbangkannya satu per satu.
Para penonton tampak senang melihat layang-layang jenis Train-Kite yang diterbangkan secara bergotong-royong.
Gigih (kanan) tampak terkesima ketika saya foto. Sedangkan Sony (Kiri) sibuk membuka kamar check in.
Sebelum tidur, berfoto-foto dulu. Muka Sony jadi terang terkena blitz kamera.
Sarapan pagi nasi kotak sisa semalam. Keburu lapar setelah bangun pagi.
Pagi hari di Darmaga pinggir pantai, Krakatoa Nirwana Resort. Ada 10 Jetski parkir di sana. Pengen coba, tapi punya orang. Hehehe
Spanduk selamat datang di Krakatoa Nirwana Resort (Minggu pagi). Bertepatan dengan Festival Krakatau 2008.
Foto-foto sore bersama di depan sebuah Batu peresmian resort yang awalnya bernama Kalianda Resort dan ketika itu diresmikan oleh Menteri Pariwisata Joop Ave pada tanggal 23 Agustus 1997. Tapi sekarang berubah menjadi Krakatoa Nirwana Resort milik perusahaan Bakrie














